AI sedang mengincarmu. Bersiaplah!

Awal saya mencoba AI akhir tahun 2025 kemarin. Waktu itu saya pakai untuk mendesain template Blogger, hanya sebatas mengganti warna dan penyesuaian font. Saya ingat betul, saat itu AI memberikan respon yang buruk. Dia bilang kalau AI tidak bisa membuat kode. Dengan percobaan beberapa kali di platform yang berbeda akhirnya saya bisa dapatkan kodenya. Sayangnya, kode saya terapkan namun hasilnya sangat tidak pas. 

Saya coba sekali lagi untuk membuat hal lain, yaitu membuat gambar objek. Hasilnya sama saja, tidak bagus.

Satu bulan setelahnya saya coba lagi membuat kode template di ChatGPT, dan ternyata dia sudah bisa. Namun sayangnya banyak kode yang gagal ketika di-preview. Banyak HTML yang tidak bisa dijalankan. Saya kecewa. 

Tapi mulai dari sini saya berpikir bahwa ada sesuatu yang aneh. AI bukan hanya menjawab dengan materi yang dia punya. Namun dia menganalisis.

Ternyata benar. Setelah 3 bulan, kemarin saya mencoba kembali membangun blog. Saya mendesain template blog untuk organisasi IPNU Kecamatan. Keinginan kuat untuk mencoba kembali AI untuk merekonstruksi template terbesit di hati saya. Saya duduk di rumah, membuka laptop dan hotspot, membuka website Blogger lalu membuka Gemini. 

Alangkah terkejutnya saya, ternyata dia mampu membuat kode dengan spesifik dan dengan bermacam-macam script bisa diterapkan di blog. Hasilnya sangat memuaskan. Saya senang, namun ada perasaan khawatir di kemudian hari. Karena kekhawatiran saya ternyata benar: AI menganalisis setiap masalah. AI melatih dirinya sendiri dan dikembangkan.

Kekhawatiran saya tidak sampai situ. Kemarin saya mencoba AI lagi untuk membuat dan merekonstruksi kode setelah 1 bulan lamanya tidak mencoba. Alangkah terkejutnya saya. Selepas saya buka Gemini dan menuliskan perintah "perbaiki kode template yang telah dikirimkan", saya berharap agar dia memberikan potongan kode yang harus dibenahi atau diubah. 

Tapi ternyata tidak demikian. Si AI justru mengirimkan file .xml glondongan yang sudah dibenahi dan disusun rapi oleh AI secara langsung. Saya kaget bukan main.

Saya langsung menghayal yang aneh-aneh. Bagaimana kalau AI ini benar-benar bisa menyempurnakan diri sendiri tanpa bantuan manusia? Bagaimana kalau AI mampu membuat semua file hanya dengan prompt saja? Bagaimana kalau semua pengetahuan kita semua orang telah dikuasai oleh mereka? Kalau benar, apakah mereka akan memiliki intuisi lebih baik dari kita? Dan... pertanyaan lain yang tidak terhitung banyaknya.

Satu lagi, yang mungkin saja kita tidak mengetahuinya. Bahwa setiap tindakan kita, obrolan kita dengan teman, saudara dan semua orang sebenarnya terekam oleh smartphone kita.

Coba deh kamu buktikan. Kamu ngobrol perkara apapun dengan teman. Hp kamu biarkan dengan layar mati namun tetap ada sinyal, dan taruh di sampingmu tanpa kamu menyentuhnya atau memainkannya. Setelah 15 menit coba kamu buka sosial media entah TikTok, Instagram, FB, atau yang lainnya. Perhatikan dengan seksama konten-konten apa yang akan muncul di awal kamu buka.

Sama dengan obrolan kamu dengan teman kamu bukan? 

Atau paling tidak, akan ada keterkaitan antara konten yang muncul di sosmed kamu dengan obrolan kamu tadi...